
Fajarinfoonline.com,” Makassar-Awal mula nama jalangkote karena dahulu di Makassar makanan ini sering dijual oleh anak kecil dengan berjalan sambil teriak keliling dari rumah ke rumah. Jalang artinya jalan dan kote artinya berkotek-kotek atau teriak.

Bentuk jalangkote setengah lingkaran bermakna kehidupan yang tidak sempurna tapi tetap harus dinikmati. Tepinya yang bergelombang bermakna lika-liku dunia yang membuat hidup lebih unik dan berwarna.

Sedangkan isian jalangkote bermakna kenikmatan selalu dibungkus dengan hikmah, di balik sebuah hikmah akan ada kebaikan. Jalangkote juga masuk dalam sepuluh jajanan terfavorit di kota Makassar.

Jajanan khas Makassar ini lahir dari asimilasi kuliner
Arab, Cina dan India. Jalangkote lahir dari perpaduan cita rasa kuliner antar pedagang. Mengingat Makassar pada abad 17 merupakan pusat pelabuhan dunia di jalur rempah.

Pastel adalah jajanan yang bentuknya mirip jalangkote pastel mendapat pengaruh dari bangsa Spanyol sejak tahun 1520 sedangkan panada yaitu jajanan khas Manado, Sulawesi Utara mendapat pengaruh dari bangsa Portugis.
Kenikmatan jalangkote terletak pada sambelnya, uniknya makanan ini umumnya menggunakan sambel cair sehingga rasa pedisnya terasa di bagian akhir akibat sambel yang meresap ke bagian bawah. Cara makan khas jalangkote yaitu “digigit atasnya baru dilombo ki berulang-ulang”
Awalnya isian jalangkote berupa ubi kayu atau ubi jalar dan mie. Namun seiring zaman, setiap daerah di Sulawesi Selatan mengembangkan isian jalangkote. Seperti isian telur dan tauge khas Maros serta isian daging kuda khas Jeneponto.
Jalangkote sudah menjadi bagian dari Sulawesi Selatan sejak kita kecil, saat Ramadhan, di sekolah atau pun kuliah jajanan ini menyimpan banyak kenangan bersama teman dan keluarga. Dijual dengan upaya kerja keras mengajarkan kita arti perjuangan hidup yang sesungguhnya.