
Fajarinfoonline.com,’Salah satu pengurus HMI cabang Makassar Departemen PTKP yang juga merupakan Ketua Komando Perjuangan Mahasiswa Kiwal Garuda Hitam kabupaten Maros angkat bicara terkait Gejolak pilkada di maros ini, selasa(10/9/2024).
“Peta politik di Maros ini menimbulkan peristiwa duka, adanya dugaan salah satu bakacalon wabup yang menurut hemat saya hasil tes kesehatan itu disabotase oleh oknum tertentu demi melancarkan pergantian terhadap salah satu bakacalon wabup tersebut,” kata bung kra.
Ia mengatakan, bahwa hasil tes kesehatan tersebut dianggap menuai kontroversi karena bakacalon wabup yang di ganti ini telah melakukan tes di BNN pusat dan hasilnya negatif, kenapa justru malah rumah sakit yang menjadi rekomendasi antara penyelenggara pemilu di Maros ini justru hasilnya positif tentunya menjadi tanda tanya besar.
Bung kra juga menilai bahwa ada perencanaan Dinasti politik yang merupakan serangkaian strategi CS ini untuk memperoleh kekuasaan, agar kekuasaan tersebut tetap berada di pihaknya dengan cara mewariskan kekuasaan yang sudah dimiliki kepada orang lain yang mempunyai hubungan keluarga dengan pemegang kekuasaan sebelumnya.
“Saya tidak ingin Kabupaten Maros ini berada dalam genggaman pemimpin yang salah, hanya memperhatikan kepentingan kelompoknya bukan masyarakatnya, ditambah lagi CS ini merupakan pemimpin yang apatis terhadap persoalan masyarakatnya,” ujar Bung kra.
Ia juga mengimbau kepada Lembaga Penyelenggara Pemilu ini agar tidak tutup mata dan mengusut tuntas persoalan ini, demi terciptanya kondusifitas pilkada di kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan ini . Tutupnya.
Laporan,” Edy Hadris