
FAJARNEWSTV.COM Maros— Di tengah dinginnya malam di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, secercah harapan muncul dari sosok tak terduga: seorang anggota polisi bernama Bripka Taswin.
Kisah heroik ini bermula saat Bripka Taswin secara tidak sengaja bertemu dengan seorang anak kecil yang belum juga tidur meski hari telah larut. Rasa penasaran menggerakkannya untuk bertanya, “Kenapa belum tidur?”
Pertanyaan sederhana itu menjadi awal dari terkuaknya kisah pilu tiga bersaudara: Rifky (9), Riska (7,5), dan Raisa (6). Mereka kini hidup bersama neneknya setelah sang ibu meninggal dunia dan ayah mereka merantau jauh ke Merauke, Papua, bekerja sebagai penjual es kelapa muda.
Yang lebih memilukan, ketiganya belum pernah merasakan bangku sekolah. Selain kendala ekonomi, tak adanya dokumen penting seperti akta kelahiran dan kartu keluarga membuat mereka terhalang mengakses pendidikan dasar. Selama ini, tak ada yang mengurus dokumen tersebut karena keterbatasan sang nenek dan ketiadaan dukungan dari ayah yang merantau.
Bripka Taswin pun tak sanggup membiarkan ketiga anak itu terus hidup dalam keterpurukan. Dengan tulus, ia memutuskan untuk mengambil peran sebagai sosok ayah bagi Rifky, Riska, dan Raisa.
“InsyaAllah saya bantu, jangan khawatir. Mereka harus sekolah,” ucap Bripka Taswin saat mendatangi kediaman anak-anak tersebut.
Tak hanya memberikan perhatian dan kasih sayang, Bripka Taswin juga langsung mengurus dokumen kependudukan yang dibutuhkan. Ia bahkan turut mengusahakan biaya sekolah agar ketiga anak itu bisa mengejar masa depan yang lebih baik.
Langkah kecil Bripka Taswin ini menjadi bukti bahwa kepedulian bisa datang dari mana saja, bahkan dari seorang polisi yang sedang menjalankan tugas malamnya. Sosoknya kini menjadi inspirasi, bukan hanya bagi warga Maros, tetapi juga bagi kita semua yang percaya bahwa kemanusiaan masih hidup.