Aksi demo Organisasi Pergerakan Mahasiswa (OPM)

fajarinfo@online.com,”Aksi Demo Didepan Rujab Gubernur Sulsel om bongkar  dugaan korupsi pengadaan anggaran server baru penambahan siswa baru di beberapa SMA negeri SMA kejuruan negeri oleh dinas pendidikan Sulawesi Selatan tahun anggaran 2022/2023

Dalam hal ini adanya indikasi tentang penambahan siswa siluman yang di SMAN$ sebanyak 23 SMKN sebanyak 10 se kota Makassar tahun ajaran 2022/2023 yang melalui wa dan daftar nama nama yang dikirim Kabid Dikmen SMAN Disdik Sulawesi Selatan dalam hal ini atas nama asgar di mana hal kuat dugaan melanggar Permendikbud tentang Dapodik yang jumlah maksimal siswa perromel sebanyak 36 namun hasil temuan ada beberapa SMAN/SMKN melebihi batas maksimal yang ditetapkan oleh dapodik.

Baca:  Gelar Doa Bersama Lintas Agama Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri: Keberagaman Modal Jaga Persatuan-Kesatuan

Sesuai dengan PPDB tidak ada lagi penerimaan calon siswa baru jika PPDB sudah dinyatakan ditutup yang dimana Makassar tanpa memperhitungkan payung hukum dan kesiapan tenaga pengajar.

Pertama, mendesak gubernur Sulawesi Selatan mencopok kadis pendidikan Sulsel pendidikan sukses pigmen SMA negeri distrik Sulsel

Kedua mendesak gubernur Sulawesi Selatan mencopot Kepala sekolah SMAN 1 SMAN 2 SMAN 3 SMAN 4 SMAN 5 SMAN 7 SMK SMAN 9 SMAN 16 SMAN 20 SMA negeri 21 SMA negeri 22 dan SMKN 2 SMKN 4 dan SMKN 5

Baca:  Polres Maros Gelar Yasinan Dan Doa Bersama Untuk Meningkatkan Ketakwaan

Bapak gubernur provinsi Sulawesi Selatan segera mencabut nama-nama yang sudah diserahkan oleh kabidmin setiap sekolah SMA negeri SMK negeri se kota Makassar yang berkisaran kurang lebih 2000 calon siswa baru tambahan siswa tambahan jalur offline karena bertentangan dengan Permendikbud tentang penambahan drumblek jumlah kelas

Mendesak Gubernur Sulsel mencoba kadis Kabid bigman SMA negeri karena tahun ini gagal total melaksanakan PPDB karena tidak maksimal bahkan sangat merugikan bagi warga kecamatan Makassar Wajo kepulauan nusantara yang belum memiliki SMA negeri bahkan merugikan calon peserta didik karena bpdb jar online hanya mendirikan kesempatan dua kali mengikuti seleksi padahal tahun ini sebelumnya sampai 4 kali kesempatan dan terkhusus jalur zonasi tidak tepat dalam menentukan titik

Baca:  Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers Terkait Kasus Penipuan Online, 40 Terduga Pelaku Diserahkan oleh Kodam XIV Hasanuddin

Oleh karena itu kami mendesak Kejati Sulsel segera mengusut tuntas dugaan penyalagunaan APBD pengadaan server bpdp online tahun ajaran 2022-2023 dan mengusut dugaan pungli kurang lebih 2000 siswa SMAN/SMKN yang dimaksud Yang dimaksud diatas

Laporan,” Tim
Editor,” m Fajar Saputra

 

Tinggalkan komentar