fajarinfo@online.com,”Berkaitan aksi demonstrasi yang dilakukan Himpunan pelajar mahasiswa takalar (Hipermata) yang belokasi di depan Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dengan tuntutan Penetapan tersangka dugaan mafia tambang pasir laut yang ada di Pesisir Galesong Kabupaten Takalar dan penanganan indikasi dugaan mafia Alsintan di Kabupaten Takalar.
Dalam aksi demostrasi tersebut puluhan massa sempat memblokade jalan urip sumiharjo dengan memalang mobil box di tengah hujan yang deras yang mengakibatkan kemacetan yang cukup parah sebagai bentuk keresahan para mahasiswa yang tergabung di Himpunan pelajar mahasiswa takalar terkait dugaan korupsi Alsintan dan kasus tambang pasir laut yang merusak pesisir kabupaten takalar.
Dalam orasi yang di sampaikan jendral lapangan Sardiar mengatakan bahwa “Aksi demonstrasi yang kami lakukan ini tidak akan bersenti sebelum kasus ini selesai dan dipastikan demonstrasi ini akan berjilid jilid”.
Setelah para demostran ditemui pihak kejaksaan tinggi dan melakukan rapat dengar pendapat itu kemudian membuahkan hasil yang dalam penyampaian dari pihak kejaksaan tinggi untuk terkait kasus tambang pasir laut belum adanya penetapan tersangka karena belum adanya hasil audit dari pihak BPK (badan pemeriksa keuangan) sehingga menghambat jalanya proses penetapan tersangka.
Maka dari itu dari pihak Hipermata telah sepakat bahwa untuk agenda selanjutnya akan mempertanyakan kembali ke pihak BPK untuk hasil auditnya dan ketika tak ada kejelasan maka hanya ada satu jalan dengan cara melakukan aksi demostrasi yang akan berjilid jilid pula di BPK.
Laporan,” Nindarwati