L-PBB Angkat Suara: Meluruskan Polemik Pagar Pasar Sentral Bulukumba

 

 

BULUKUMBA — Polemik pembangunan pagar batas di Pasar Sentral Bulukumba kembali ramai diperbincangkan publik setelah beredarnya sebuah video viral yang memperlihatkan dialog panas antara Sekretaris Dinas Perdagangan dan Industri Bulukumba dan seorang ibu yang mengaku pendukung Bupati. Keluhan itu mencuatkan kembali perdebatan lama: siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan dari keberadaan Pasar Sentral?

Di tengah riuh pendapat warganet, Lembaga Panrita Bhineka Bersatu (L-PBB) melalui Wakil Ketua Umumnya, Faisal ST (Ichal), hadir memberi pandangan berbeda. Ia menilai polemik publik hari ini hanya permukaan dari persoalan yang jauh lebih mendasar: penataan sistem retribusi dan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Baca:  Meretas Akses Menuju Juru Las Profesional Yang Lebih Bersinar

“Pagar Itu Bukan Sekadar Pagar”

Faisal menjelaskan bahwa pembangunan pagar batas Pasar Sentral bukan proyek fisik biasa. Ia menyebutnya sebagai upaya pemerintah menutup celah kebocoran PAD yang selama ini menggerogoti potensi pendapatan daerah.

“Kalau berbicara pasar, kita berbicara jantung ekonomi masyarakat. Ketika jantung itu bocor, tugas pemerintah adalah menutup sumber kebocorannya,” ujarnya.

Menurutnya, penataan tersebut bukan hanya untuk kerapihan atau pembatasan ruang, tetapi memperbaiki relasi antara pedagang pasar, pelaku usaha di luar area pasar, dan pemerintah daerah. Ia menyinggung cerita lama soal aliran retribusi tak jelas, pungutan tanpa dasar, dan oknum yang memanfaatkan keramaian pasar untuk kepentingan pribadi.

Baca:  8 Tahun Tak Berfungsi: Sebuah Kisah Panjang yang Akhirnya Berakhir

Pertanyaan Tajam Soal Retribusi

Faisal tak menampik bahwa perubahan akan memunculkan resistensi. Namun ia menegaskan, ada pertanyaan mendasar yang seharusnya dijawab oleh para pihak yang memprotes penataan tersebut:

“Siapa yang selama ini menikmati retribusi itu? Siapa yang memungut? Kemana disetor?”

Menurutnya, keberatan yang muncul sering kali datang dari pihak yang merasa terganggu kenyamanan lamanya. Ia bahkan menantang pihak-pihak tersebut untuk menunjukkan bukti setoran retribusi selama ini.

“Kalau ada yang keberatan, tunjukkan saja bukti setorannya ke siapa. Di situ semua akan jelas.”


Menikmati Keramaian, Harusnya Berkontribusi

L-PBB juga menyoroti keberadaan pedagang atau pelaku usaha yang berjualan di luar area resmi pasar, tetapi ikut menikmati keramaian yang diciptakan Pasar Sentral.

Baca:  Perdana di Tahun 2023! Brimob Bone Gelar Upacara Bendera Dalam Rangka HKN

Faisal menegaskan bahwa mereka tetap bagian dari ekosistem ekonomi, namun tidak bisa hanya menerima manfaat tanpa memberikan kontribusi balik kepada daerah.

“Pemerintah menyediakan akses, fasilitas, infrastruktur. Tanpa itu, keramaian yang mereka nikmati tidak akan ada.”


Langkah Ekstrim Demi PAD Bulukumba

 

Tinggalkan komentar