Ritual Adat Tammu Taung Kiwal Garuda Hitam MPC Gowa Digelar di Padepokan Malabbiritta

Gowa, Fajarinfoonline – Kiwal Garuda Hitam MPC Gowa melalui Bidang Seni dan Budaya kembali menggelar ritual adat Tammu Taung yang kedua kalinya di Padepokan Malabbiritta, yang berlokasi di Lingkungan Mappala, Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam, 13 Maret 2026, bertepatan dengan malam ke-24 Ramadan 1447 Hijriah, berlangsung khidmat dan penuh makna. Ritual tersebut merupakan bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai adat dan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur masyarakat Gowa.

Baca:  Intelkam Polda Sumut Subdit 2 Ekonomi, Buka Puasa Bersama Menjalin Tali Silaturahmi

Acara ritual Tammu Taung ini dipimpin oleh Ketua Bidang Seni dan Budaya Kiwal Garuda Hitam MPC Gowa, Takbiratul Ihram, yang akrab disapa Tetta Manangring. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat yang aktif dalam pelestarian adat dan budaya di Kabupaten Gowa.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah ketua bidang dari organisasi Kiwal Garuda Hitam MPC Gowa bersama anggota lainnya. Para peserta juga membawa berbagai benda pusaka yang memiliki nilai historis dan simbolik, seperti badik, parang atau sudang, keris, tombak, hingga gelang dan kalung dari batu bertuah Monta Bassi.

Baca:  Police Goes To School, Satlantas Polres Pasangkayu Ajak Pelajar Tertib Berlalu lintas Sejak Dini

Benda-benda pusaka tersebut kerap digunakan sebagai lambang kebesaran dalam tradisi adat dan kebudayaan di Kabupaten Gowa.
Dalam sambutannya, Tetta Manangring mengajak seluruh anggota dan masyarakat untuk terus menjaga serta melestarikan adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur.

“Sebagai masyarakat Gowa, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga adat dan tradisi. Para leluhur kita telah berjuang bahkan rela mengorbankan nyawa demi mempertahankan warisan budaya ini. Oleh karena itu, kita harus selalu mengingat jasa para pahlawan serta menjaga benda-benda pusaka yang menjadi simbol sejarah Kabupaten Gowa,” ujarnya.

Baca:  Gau Maraja Leang-Leang 2025 Siap Mengguncang Dunia Pariwisata: Kolaborasi Budaya dan Sejarah Menuju Mega Event Internasional

Ia juga menegaskan bahwa tradisi dan budaya tidak boleh sampai terlupakan oleh generasi penerus, karena merupakan identitas dan kebanggaan masyarakat Gowa.

Kegiatan ritual Tammu Taung ini diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan sebagai wujud komitmen dalam menjaga dan melestarikan budaya serta kearifan lokal di Kabupaten Gowa.

Jurnalis: Nurdin/Ombet

Tinggalkan komentar