Forum Orang Tua Murid dan Mahasiswa Unjuk Rasa Depan Rujab Gubernur Sulsel

 

 

fajarinfo@online.com,”Makassar—Forum Orang Tua Murid dan Organisasi Pergerakan Mahasiswa kembali menggeruduk Rumah Jabatan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, di Kota Makassar,Pada Hari  Senin (01/8/2022)
.
Unjuk rasa yang juga diikuti sejumlah siswa dan wali siswa kali ini,dengan  tuntutannya masih sama pada  aksi sebelumnya. Yaitu, terkait carut-marutnya sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online tingkat SMAN/SMKN di Sulsel

Herman Hafid menyampaikan, Dugaan pengadaan server PPDB online, yang menggunakan APBD kurang lebih 2, 3 Milyar itu tidak melalui proses tender dengan benar, karena proses tender yang kita ketahui harus diumumkan di media.
Kemudian berapa pesertanya, dan siapa pemenangnya.

“Mohon maaf Bapak Gubernur Sulsel, bahwa kami menganggap Gubernur Sulsel H. Andi Sudirman Sulaiman bahwa kita adalah atasan Kadis Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, kenapa kami tidak melakukan aksi di Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan karena diduga dia sendiri yang melakukan kesalahan ini maka kami turun dan melaporkan ke orang tuanya,” tegasnya.

Herman Hafid menambahkan, Kadis, Sekdis dan Kabid Dinas Pendidikan Sulsel tidak mau menerima kita dilokasi, diluar rumah jabatan Gunernur Sulsel Ada Apa? Dia tidak mau menerima kami.

Sehingga kita akan datang lagi ke rumah jabatan Gubernur Sulsel Senin depan Permintaan kami bahwa tanggungjawab Gubernur Sulsel, semua anak-anak siswa yang belum tertampung di Negeri dan tidak mampu sekolah di Swasta harus disekolahkan di Negeri, jangan mau tanya di Kabid yang bisa ditampung 2000 orang, tetapi semua masyarakat makassar yang belum sekolah di Negeri harus ditampung,” terangnya.

Kenapa, karena ada Perda No 2. Tahun 2017, wajib belajar 12 Tahun, SMA/SMK, kalau namanya Perda tentunya harus dibarengi dengan anggaran berarti tanggung jawabnya pemerintah, kalau anak ini tidak bisa disekolahkan di Negeri ya sekolahkan di swasta tapi dengan catatan pemerintah harus bayar, karena aturan wajib belajar 12 Tahun.

“Sehingga kalau sampai hari Jumat tidak ada kabar baik yang diterima oleh calon peserta didik baru yang belum ditampung di Negeri kita akan datang lagi hari Senin depan dengan massa yang lebih banyak lagi,” Tutup Herman Hafid.

Laporan,” Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *