MAKASSAR — Delapan dekade bukan waktu yang singkat. Tepat 1 Oktober 2026, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memperingati Hari Bea dan Cukai ke-80, sekaligus menegaskan kembali posisi institusi tersebut sebagai salah satu garda penting dalam menjaga kepentingan ekonomi dan keamanan Indonesia.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Teguh Melindungi, Tumbuh Menguatkan Negeri”. Tema tersebut bukan sekadar slogan seremonial, tetapi membawa pesan bahwa tugas Bea dan Cukai semakin kompleks di tengah derasnya arus perdagangan, maraknya peredaran barang ilegal, serta perubahan pola transaksi yang semakin cepat.
Sebagai community protector, Bea dan Cukai dituntut tidak hanya mengawasi lalu lintas barang, tetapi juga memastikan masyarakat terlindungi dari masuk dan beredarnya barang ilegal maupun barang yang membahayakan.
Di saat yang sama, DJBC memikul tanggung jawab besar dalam mengamankan penerimaan negara melalui sektor kepabeanan dan cukai.
Namun, tantangan tersebut tidak berhenti pada persoalan penerimaan.
Bea dan Cukai juga dituntut mampu menjadi trade facilitator dan industrial assistance. Artinya, pengawasan harus berjalan beriringan dengan pelayanan yang memberikan kepastian bagi dunia usaha, industri nasional, hingga pelaku UMKM.
Di tengah tuntutan tersebut, integritas menjadi salah satu faktor yang tidak bisa ditawar.
Pelayanan yang cepat dan modern harus dibarengi pengawasan yang kuat. Sebaliknya, pengawasan yang tegas juga harus tetap menjunjung transparansi, profesionalisme dan kepastian hukum.
Karena itu, usia 80 tahun seharusnya menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan reformasi di tubuh Bea dan Cukai.
Masyarakat tentu berharap transformasi institusi tidak berhenti pada digitalisasi pelayanan maupun perubahan sistem administrasi, tetapi benar-benar terasa dalam kualitas pelayanan, efektivitas pengawasan dan perlindungan terhadap kepentingan publik.
Terlebih, tantangan ke depan semakin berat. Perdagangan lintas negara terus berkembang, modus penyelundupan semakin beragam, sementara aktivitas ekonomi digital membuka ruang baru yang membutuhkan kemampuan pengawasan yang semakin adaptif.
Dengan tema “Teguh Melindungi, Tumbuh Menguatkan Negeri”, peringatan Hari Bea dan Cukai ke-80 menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen tersebut.
Delapan puluh tahun perjalanan harus menjadi modal untuk menghadirkan Bea dan Cukai yang semakin profesional, humanis, transparan dan berintegritas—tegas terhadap pelanggaran, namun tetap memberikan pelayanan yang adil dan pasti kepada masyarakat serta pelaku usaha.
Sebab, menjaga penerimaan negara dan melindungi masyarakat bukan hanya soal angka dan penindakan. Lebih jauh, tugas tersebut menyangkut kepercayaan publik terhadap negara.
Ubah menjadi berita langsung
Kurangi pengulangan gagasan
Ganti istilah asing dengan padanan Indonesia





