
GOWA – Seni Budaya Kiwal Garuda Hitam MPC Gowa kembali menyelenggarakan acara adat tradisi Ma’Tompang Badik (mencuci badik) yang berlangsung di Padepokan Seni Budaya Mappala, pada malam Jumat, malam ke-9 Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi.
Kegiatan ini merupakan agenda kebesaran yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya warisan leluhur. Prosesi berlangsung dengan penuh khidmat dan suasana yang sakral, didukung cuaca yang cerah sehingga acara berjalan lancar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kiwal Garuda Hitam MPC Gowa, Rapiuddin Maddo Daeng Opa, bersama seluruh anggota bidang seni budaya. Prosesi Ma’Tompang Badik dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Seni Budaya Kiwal Garuda Hitam MPC Gowa, Takbiratul Ihram yang akrab disapa Tetta Manangring.
Dalam sambutannya, Tetta Manangring menyampaikan bahwa tradisi Ma’Tompang Badik bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi memiliki makna mendalam sebagai simbol pembersihan diri, penghormatan terhadap pusaka, serta penguatan nilai-nilai adat dan budaya.
“Tradisi Ma’Tompang Badik ini akan terus kita laksanakan setiap bulan Ramadan atau tammu taung ke depannya, demi membesarkan dan menjaga adat istiadat yang telah dititipkan oleh para leluhur kita,” ujarnya di hadapan para anggota yang hadir.
Tradisi Ma’Tompang Badik sendiri merupakan ritual mencuci dan merawat badik, senjata tradisional khas Bugis-Makassar, yang sarat makna filosofis tentang kehormatan, keberanian, dan harga diri.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen melestarikan budaya, Seni Budaya Kiwal Garuda Hitam MPC Gowa terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah pelestarian adat yang berakar kuat pada nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal.
Gowa Bersejarah
Pewarta: Ombet/Nurdin