Makassar — Menjelang pelaksanaan pemilihan Ketua RT/RW di Kelurahan Mangasa, suasana kembali memanas setelah muncul dugaan pelanggaran netralitas oleh beberapa calon. Dugaan tersebut mencuat setelah beredarnya percakapan WhatsApp yang menunjukkan adanya aktivitas sensitif terkait pembagian bantuan pemerintah. Dalam percakapan tersebut, seorang warga berinisial K, yang diduga merupakan staf kelurahan sekaligus calon Ketua RT, terlihat membagikan informasi mengenai penyaluran beras bantuan pemerintah kepada warga. Dua calon RT lainnya, berinisial A dan D, juga diduga turut menyampaikan informasi serupa kepada masyarakat. Padahal, mekanisme penyaluran bantuan pemerintah seharusnya tetap berada di bawah kewenangan RT-RW aktif, bukan calon atau pihak lain yang berkepentingan dalam proses pemilihan. Kondisi ini semakin menimbulkan tanda tanya karena RT yang saat ini masih menjabat mengaku tidak mengetahui adanya penyaluran bantuan tersebut. Situasi ini pun memantik kekhawatiran di tengah warga. Dalam masa pemilihan, setiap tindakan yang berkaitan dengan bantuan pemerintah sangat sensitif dan berpotensi memengaruhi pilihan warga. Dugaan bahwa oknum staf kelurahan langsung membagikan informasi tanpa koordinasi membuat situasi semakin memanas dan memunculkan kegaduhan. Jika kejadian seperti ini terjadi di luar momentum pemilihan, besar kemungkinan tidak menjadi persoalan. Namun dalam konteks saat ini, tindakan tersebut dianggap dapat mengganggu kesehatan proses demokrasi di tingkat kelurahan. Pemerintah Kota Makassar sebelumnya telah menegaskan pentingnya pemilihan RT/RW berlangsung sehat, jujur, transparan, dan penuh sukacita, serta menekankan kewajiban seluruh calon untuk menjaga netralitas dan tidak memanfaatkan program pemerintah sebagai alat kampanye. Hingga kini, pihak kelurahan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelanggaran tersebut. Warga pun berharap pemilihan dapat tetap berlangsung kondusif dan tidak diwarnai praktik-praktik yang mencederai prinsip demokrasi.

Makassar — Menjelang pelaksanaan pemilihan Ketua RT/RW di Kelurahan Mangasa, suasana kembali memanas setelah muncul dugaan pelanggaran netralitas oleh beberapa calon. Dugaan tersebut mencuat setelah beredarnya percakapan WhatsApp yang menunjukkan adanya aktivitas sensitif terkait pembagian bantuan pemerintah. Dalam percakapan tersebut, seorang warga berinisial K, yang diduga merupakan staf kelurahan sekaligus calon Ketua RT, terlihat membagikan … Baca Selengkapnya