Tiga Belanja Kegiatan di Bapenda Muratara Diduga Berpotensi Penyimpangan

Fajarinfoonline.com,”Muratara — Anggaran belanja pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tahun anggaran 2024 kembali menjadi sorotan. Hasil penelusuran lapangan mengindikasikan adanya potensi penyimpangan pada tiga pos utama kegiatan belanja di instansi tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi awak media, belanja perjalanan dinas menjadi salah satu kegiatan yang dinilai paling rawan terjadi manipulasi. Diduga terdapat ketidaksesuaian antara data keberangkatan dan realisasi anggaran, baik untuk perjalanan dinas dalam daerah maupun luar daerah.

Baca:  Dewan Pimpinan Daerah Lumbung Informasi Rakyat (DPD LIRA KONAWE) Minta Kapolres Tindak Tegas Aktivitas Hauling ST. Nikel Resource

Selain itu, belanja kegiatan jasa teknis dan administrasi juga menuai tanda tanya. Sumber media mempertanyakan jumlah tenaga jasa yang benar-benar digunakan serta besaran biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga tersebut.

> “Kami menemukan adanya kejanggalan pada beberapa laporan kegiatan. Seolah-olah penggunaan tenaga jasa dilakukan secara besar-besaran, namun di lapangan hasilnya tidak sebanding,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Baca:  Tingkatkan Imun, Kapolres Bulukumba Gowes bersama Personel Dan Pengurus ISSI

 

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan, dapat menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut secara profesional.
Selain itu, BPKP Perwakilan Palembang juga diminta turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap anggaran belanja di Bapenda Muratara tahun 2024.

> “Kami meminta BPKP agar segera melakukan audit khusus, sebab indikasi penyimpangan ini jika dibiarkan dapat merugikan keuangan daerah,” ujar Yansyah, pemerhati kebijakan publik setempat.

Baca:  Kombes Pol Syamsu Ridwan Resmi Dilantik Kepala SPN Batua

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bapenda Muratara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan adanya potensi penyimpangan tersebut.

BERITA TERKAIT