
fajarinfo@online.com,” Maros – Susur Gua pada dasarnya bukan aktivitas luar ruangan atau outdoor biasa. Sedikit berbeda dengan kegiatan lainnya, diperlukan keahlian khusus dan pemahaman tertentu sebelum melakukannya. Beragam risiko pun harus siap dihadapi, jika tidak dilakukan secara profesional.
Susur gua atau caving, baik gua vertikal maupun horisontal, tergolong dalam kegiatan ekstrem. Meski demikian, gua-gua yang umumnya menawarkan petualangan seperti Gua Salukang Kallang, tetap bisa dinikmati.
Untuk menelusuri gua-gua ekstrem, peserta diimbau untuk mengikuti kursus lebih dulu, bukan hanya teori melalui seminar ataupun pelatihan.
Karena diving, civing, memerlukan pengetahuan dasar tentang speleologi yang harus dipahami calon caver. Jadi sangat bahaya menyusuri gua tanpa dibekali pengetahuan tentang gua.
Penulis mengimbau, pelaku caving, wajib peka dengan keadaan alam. Mereka sebaiknya tidak memasuki gua yang mudah kebanjiran pada musim hujan. Khususnya untuk gua berair atau yang dekat dengan aliran sungai.
“Jadi jangan melakukan kegiatan penelusuran gua pada musim hujan, baik itu wisata gua penelusuran maupun Cave Tubing.”
Peranti utama untuk memasuki gua alami (batuan kapur) adalah penerangan. Calon caverpun diminta untuk membawa alat ganda, yang meliputi senter dan head lamp. Sebab, keadaan gua gelap gulita.
Lampu adalah satu-satunya penunjuk jalan. Bila hanya membawa satu penerangan, caver tak bisa melihat apa-apa di dalam gua, jika batereinya habis.
Caver harus didampingi oleh pemandu profesional selama susur gua. Selama kegiatan masuk ke gua, semua arahan ketua tim harus diikuti.
Ketua TIM harus memiliki Standar Operasional Khusus. Mereka juga paham betul dengan keadaan gua. Bila Ketua TIM memberi instruksi tak bisa menyusuri gua lebih dalam, maka mereka tak boleh memaksa.
Fisik dan mental juga menjadi modal utama saat menyusuri gua. Sebab, aktivitas tersebut akan menguras habis tenaga. Bila tak siap, hal tersebut akan membahayakan diri. Misalnya, saat keadaan lelah, dan caver masih berada di dalam gua, bila mentalnya tak kuat, ia akan mudah putus asa.
Khusus untuk penyusuran gua vertikal, penulis menyarankan calon caver harus memiliki pengetahuan tentang teknik
singel rope atau tali tunggal. Teknik ini dipakai untuk menuruni gua dan menaikinya kembali seperti yang terjadi saat menyusuri Gua salukang kallang.
Caver harus menjaga ketenangan selama susur gua. Sebab, bila mereka berisik, hal itu akan mengganggu kehidupan makhluk hidup di dalam gua
Juga kita harus menjaga kebersihan lingkungan disekitarnya.
Laporan,” Andi Patawari
Editor,” m Fajar Saputra






