
Fajarinfoonline.com,”- MAKASSAR β Ketua Resopa Makassar secara resmi menyampaikan permintaan evaluasi kepada Wali Kota Makassar terkait pelaksanaan program baju gratis bagi siswa SD dan SMP. Permintaan ini dilatarbelakangi oleh temuan di lapangan yang menunjukkan bahwa kualitas seragam yang dibagikan kepada siswa tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (bestek) yang telah direncanakan.
Program baju gratis ini merupakan inisiatif mulia Pemerintah Kota Makassar untuk meringankan beban orang tua serta menjamin setiap anak memiliki seragam layak. Namun, laporan Resopa Makassar menyebutkan bahwa baju yang diterima siswa tidak memenuhi standar, baik dari segi bahan, jahitan, hingga ukuran.
> βKalau kualitasnya di bawah standar, bukan hanya anggaran negara yang dirugikan, tapi juga kepercayaan masyarakat serta hak anak-anak kita yang jadi korban,β tegas Ketua Resopa Makassar.
—
Dugaan Penyebab Ketidaksesuaian
Dalam pernyataannya, Ketua Resopa juga membeberkan beberapa kemungkinan penyebab rendahnya kualitas seragam tersebut, antara lain:
1. Masalah dalam Proses Pengadaan: Kemungkinan adanya kelemahan dalam proses tender atau pemilihan vendor yang tidak mengutamakan kualitas.
2. Spesifikasi Tidak Ditegakkan: Lemahnya pengawasan dalam memastikan vendor memproduksi baju sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
3. Pengawasan Lapangan yang Kurang: Tim pemantau dinilai tidak memiliki kapasitas atau integritas yang memadai.
4. Kelalaian atau Kecurangan Vendor: Diduga vendor mengurangi kualitas bahan untuk menekan biaya produksi.
—
Langkah Evaluasi yang Didorong Resopa Makassar
Ketua Resopa Makassar mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap program ini dengan langkah-langkah strategis sebagai berikut:
Audit Kualitas Fisik: Pemeriksaan langsung terhadap seragam yang telah diterima siswa, dan perbandingan dengan standar bestek.
Penyelidikan Proses Pengadaan: Menelusuri mulai dari perencanaan, tender, pemilihan vendor, hingga pelaksanaan kontrak.
Identifikasi Pihak Bertanggung Jawab: Baik dari pihak pemerintah maupun pihak ketiga seperti vendor.
Audit Keuangan: Memastikan kesesuaian antara dana yang dianggarkan dan kualitas barang yang diterima.
—
Seruan kepada Wali Kota Makassar
Ketua Resopa berharap Wali Kota Makassar segera merespons permintaan ini secara serius dan mengambil tindakan konkret:
1. Membentuk Tim Investigasi Independen yang beranggotakan ahli tekstil, auditor, dan unsur hukum tanpa konflik kepentingan.
2. Menindak Tegas Pihak yang Terlibat, termasuk pejabat pemerintah kota maupun pihak vendor yang terbukti lalai atau melakukan pelanggaran.
3. Meningkatkan Transparansi Pengadaan melalui pelibatan masyarakat sipil dan lembaga independen.
4. Memperbaiki Sistem Pengawasan untuk program serupa ke depannya agar kejadian ini tidak terulang.
—
Harapan dan Komitmen Publik
Resopa Makassar menegaskan bahwa program baju gratis harus tetap berjalan, namun dengan pengawasan ketat dan akuntabilitas tinggi. Langkah tegas dari Wali Kota Makassar akan menunjukkan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik, transparansi anggaran, dan perlindungan terhadap hak-hak siswa sebagai generasi penerus bangsa.
—
π #Makassar #BajuGratisSD #ResopaMakassar #TransparansiAnggaran #Pendidikan #EvaluasiPengadaan #PemkotMakassar
Tim



