400-an THL RS Batara Siang Pangkep Yang Mogok Kerja Akhirnya Ngadu di DPR

Fajarinfoonline.com,”Pangkep – 400-an Tenaga harian lepas (THL) Rumah sakit umum daerah Batara Siang Pangkajene dan Kepulauan yang telah melakukan mogok kerja sejak hari Senin 9 April pada Kamis 13 April 2023 mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Pangkep guna melakukan Audiensi dengan pimpinan rakyat.

Para THL tersebut diterima di ruang sidang di lantai 2 DPRD Kabupaten Pangkep Jalan HM Arsyad B. kelurahan Paddoang doangan kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep oleh Komisi 2 yang mempertemukan dengan tak ada pejabat Stakeholder pemangku kepentingan.

Tatap muka dipimpin oleh H. Saharudin dari partai Gerindra dan didampingi oleh Irwan Nursaid dari Partai Demokrat, H. Abd. Rasyid dari partai PDIP, Muchtar Sali, Budiamin, Nurbaiti Lisa dari Partai Golkar, Syahrul dari partai Berkarya, Amiruddin Tahir dari partai P3, Hj. Sitti Rabiah dari partai PKB, juga dari pihak Kepolisian Wakapolres Pangkep A. Ashari didampingi Kabag Log Hajri bersama puluhan personil anggota keamanan dari kepolisian dan TNI lainnya.

Baca:  Kapolres Pangkep terima kunjungan Puslitbang Polri.

Hadir dalam tatap muka direktur rumah sakit Batara siang Pangkep Hj. Sri Nurul Hidayah bersama jajaran beserta para Dewan pengawas H. Muh Amir dan A. Empang wakili Ketua, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep Hj Herlina dan jajaran, Kadis Pengelola Keuangan Pangkep Asri.

Juru bicara THL terdiri dari 10 orang Ardianto, Hj. Salma, Tenri, Nisrawati, Yuyun, Nur Indah Sani, Sri nila sandi, juhri, Reza melati, Ita dengan didampingi Ketua PNII H. Imanuddin dan kawan-kawan juga dalam pantauan Komite pilihan mereka.

Maksud dan tujuan para THL oleh Juru bicaranya Arianto menyampaikan adalah upaya untuk menuntut kesejahteraan bagi para tenaga honorer Rumah sakit khususnya THL.

Arianto berharap agar bisa terwujud kemudian tidak ada lagi yang seperti ini kedepannya dan Rumah sakit bisa damai dan berjalan sebagaimana yang diharapkan bersama.

Setelah melalui perdebatan dan pembahasan yang panjang, dalam tanggapan yang kedua Arianto dengan terisak tangis sedih menyampaikan kesulitan beban dari gaji yang hanya Rp 250.000,- per bulan.

Baca:  Ketua TP PKK Barru Kunjungi Wilayah Pesisir

Sebagai mana disampaikan Direktu RSBS Nurul hidayah bahwa ini disebabkan oleh kondisi pihak rumah sakit yang tidak sehat yang disebabkan oleh covid.

Menurutnya “klaim pendapatan rumah sakit menurun penyebabnya karena rumah sakit dalam keadaan sakit.”

Dibantah oleh Muchtar Salim bahwa bukan gaji honor yang dipersoalkan tetapi Remoderasi operasional.

Menurut Kadis Kesehatan Hj. Herlina terjadi banyak masalah di RS ini tampak dengan utangnya yang bermilyar-milyar dan banyaknya masalah-masalah dan masalah-masalah ini yang tidak diketahui oleh THL. Sementara porsi operasional RS 56% operasional 44%.

Oleh ketua DPD PPNI H. Imanuddin menyampaikan bahwa memang prihatin bahwa para tenaga THR ini mereka saat-saat membutuhkan biaya untuk kebutuhan pemadam sementara di tempat mereka bekerja mengalami sakit.
Bolehnya kalau bisa ada suntikan dana kepada rumah sakit.

Baca:  2022 Indeks Pembangunan Manusia di Gowa Naik 70,99 Persen

Oleh Budi alamin dari Partai Golkar sebenarnya kondisi rumah sakit yang seperti ini harus disampaikan memang kepada semua stakeholder pemerintahan karena masalah seperti ini tidak bisa pihak rumah sakit sendiri yang diselesaikan.

Abdul Rasyid menyampaikan meminta untuk mencarikan solusinya apa yang menjadi tuntutan dari THL ini.
Abdul Rasyid menyangga dan menyesalkan pernyataan kepala Rumah sakit bahwa jika mereka ini tidak masuk menurutnya hal ini tidak boleh terjadi.

Dialog yang berlangsung hingga malam hari itu yang terpaksa membuat seluruh audiens harus berbuka di tempat dan hingga berita ini diturunkan belum ada solusi yang didapat dan lewat pimpinan H. Saharuddin memutuskan untuk melakukan internal pertemuan lanjutan dengan jadwal yang ditentukan keesokan hari yang pada akhirnya jika belum juga mencapai kesepakatan lusa (Sabtu) akan di bentuk pansus. Tutupnya.

Laporan Sulaiman

Tinggalkan komentar