IMIK Jakarta, Desak KPK RI & KEJAGUNG Segera Periksa Eks Bupati Konawe (KSK), Eks Sekda Konawe (Irawan Laliasa), Eks Ketua Dprd Konawe (ARDIN), Eks Kepala Bpkad (H. K. Santoso), Beserta Kepala Bpmd Konawe (Keni Yuga Permana)

Fajarinfoonline.com,’ Jakarta,IMIK JAKARTA – Ikatan Mahasiswa Indonesia Konawe Jakarta Akan Melaporkan Mantan Bupati Konawe (KSK), Mantan Ketua DPRD Konawe (Ardin, S.Sos), Mantan Sekretaris Daerah Konawe (Irawan Laliasa), Mantan Kepala BPKAD (H. K. Sanstoso, SE) dan Mantan Kepala BPMD Konawe (Keniyuga Permana, S. STP), Ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Kejaksaan Agung (KEJAGUNG) RI Atas Dugaan Memanipulasi 56 Desa Fiktif Untuk Menerima Dana Desa.

Ketua Ikatan Mahasiswa Indonesia Konawe (IMIK) Jakarta Irsan Aprianto Ridham mengatakan bahwa pemerintah kabupaten konawe diduga telah melakukan manipulasi data penerima dana desa sesuai informasi dan data yang kami miliki ada 56 Desa fiktif belum ditetapkan dalam peraturan daerah (Perda) tapi masih menerima dana desa sampai hari ini.

Baca:  Ini Cara Baru HM-MAINFORAKSI STMIK Handayani Makassar Gelar DESKTOP Tahun ini

Sesuai data dan informasi yang kami miliki Pemerintah Kabupaten Konawe diduga telah melakukan manipulasi data penerima dana desa sampai hari ini sebab ada 56 Desa fiktif yang belum diperdakan tetapi masih saja menerima dana desa dan ini justru adalah manipulasi sehingga merugikan negara puluhan miliar. Ungkapnya.

Lanjut Irsan Menyebutkan, salah satu contohnya terdapat di Desa Lerehoma Kecamatan Anggaberi, Desa Ulu Meraka Kecamatan Lambuya, Desa Uepai Kecamatan Uepai dan Desa Morehe Kecamatan Uepai. Menurutnya desa tersebut tidak layak untuk dimekarkan karena hanya memiliki belasan Kepala Keluarga tetapi tetap dipaksakan untuk mekar dan menerima dana desa.

Baca:  Satreskrim Polres Berau Berhasil Meringkus AT

56 Desa itu diduga masih berstatus desa Persiapan, contohnya seperti dikecamatan anggaberi, dikecamatan lambuya dan dikecamatan uepai dimana jumlah KK nya hanya belasan tapi dipaksa dimekarkan konyolnya desa tersebut yang notabenenya masih persiapan juga menerima kucuran dana desa, ini sangat jelas manipulasi !!! Seharusnya desa persiapan tidak boleh menerima dana desa. Ungkap Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hukum Univesitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Irsan Aprianto Ridham yang juga Wasekum Perguruan Tinggi Kemahasiwaan dan Kepemudaan (PTKP) HMI Kordinator Komisariat UIC Cabang Jakarta Raya ini menduga Eks Bupati Konawe Sekaligus Eks Ketua DPRD Konawe, Eks Sekretaris Daerah dan Eks Kepala BPKAD terlibat dalam manipulasi 56 Desa Fiktif penerima dana desa. Sehingga pekan depan kami akan melaporkan persoalan tersebut kepada KEJAGUNG RI dan KPK RI untuk kembali mengusut dugaan tersebut.

Baca:  Kahf Gelar Community Gathering, Libatkan Pemuda dan Komunitas di Makassar

“Kami Menduga Mantan Bupati Konawe Sekaligus Mantan Ketua DPRD Konawe Atau Mantan Wakil Bupati dan Kepala BPKAD Kuat Terlibat Dalam Memanipulasi 56 Desa Fiktif Penerima Dana Desa Yang Sampai Hari Ini Detik Ini Masih Menerima Dana Tersebut. Olehnya Itu Minggu Depan Kami Akan Melaporkan Persoalan Ini Ke Kejagung Dan KPK RI Agar Kembali Mengusut Dugaan Kasus Tersebut” Tutupnya.

Tinggalkan komentar