KAJIAN LA ODE HARMAWAN, S.H PASCA PILEG MENUJU PILKADA TENTANG PARTAI POLITIK DI BUTUR

Fajarinfoonline.com,”BUTUR- Mencermati fenomena pasca pileg menuju pilkada khususnya di kabupaten Buton Utara terkait partai politik pemenang pemilu, Mawan nama pangilannya yang berprofesi sebagai advokat/pengacara ini yang juga pemerhati tindak pidana korupsi di bidang Infrastruktur, dan juga pernah sebagai pendamping Hukum Wakil Bupati Butur Ahali, S.h., M.h pada saat pilkada tahun 2020, mengatakan bahwa partai politik di Buton Utara untuk menuju Pilkada harus cerdas dan kapabilitas sehingga masyarakat Buton Utara bisa menilai partai politik yang mana yang baik dan akan maju mengusung calon Bupati dan wakil Bupati, kata Mawan yang berprofesi pengacara ini.

Karena menurut La Ode Harmawan, S.H, Ada partai politik dapat mengusung tanpa berkoalisi dan ada juga partai politik harus berkoalisi baru dapat mengusung sala satu kandidat bakan calon Bupati dan wakil bupati.

Bacaan Lainnya

Menurut Mawan yg tidak kala pentingnya adalah para politikus harus mencontohkan yang terbaik dikalangan masyarakat, sehingga masyarakat paham bahwa pentingnya partai politik dan proses menjaring pemimpin Daerah.
Jangan sampai orientasi pengurus partai politik hanya mempertontonkan seolah – olah haus kekuasaan, memburu kepentingan, menghalalkan segala cara sehingga proses kaderisasi terlupakan dan akhirnya masyarakat enggan masuk dalam Ranah politik, kalau ini terjadi sangat di sayangkan dan citra para politisi sangat buruk di hadapan masyarakat khususnya di kabupaten Buton Utara. Karena Dalam Undang-Undang, Politik menjelaskan bahwa Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia atas dasar kesamaan kehendak dan cita- cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik, anggota masyarakat, bangsa dan negara.

Jadi bagi saya kaderisasi sangat penting untuk tampil sebagai peserta Pilkada dan tentunya semua tergantung pusat mana yang akan di rekom sebagai syarat mendaftar di KPU. Sehingga para Kader partai politik bisa mengukur diri untuk ikut kontestasi calon kepala Daerah dan tidak ada penumpang gelap alias loncat pagar kata Mawan, yang kritis terhadap pelanggaran hukum dan pendapatnya yang sering kontroversial.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *