PENGGIAT HUKUM MAWAN, S.H.: KAJARI MUNA DIDUGA TAK BERNYALI TETAPKAN KONTRAKTOR UTAMA SPAM LABUAN BUTUR SEBAGAI TERSANGKA

Fajarinfoonline.com,”BUTON UTARA – Penggiat hukum di Kabupaten Buton Utara, Mawan, S.H., melontarkan kritik tajam terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna terkait penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek Sarana Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Labuan, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, Tahun Anggaran 2021.

Bacaan Lainnya

Menurut Mawan, proses penyelidikan hingga penyidikan yang dilakukan oleh tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Muna telah menetapkan satu tersangka berinisial A, selaku kontraktor pelaksana dari CV. Meridian. Penetapan ini disampaikan setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang dinilai sah, dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp424 juta.

Namun, Mawan menilai penetapan tersangka tersebut belum menyentuh aktor utama di balik proyek. “Saya melihat penetapan tersangka hanya sebatas formalitas. Kontraktor pelaksana itu hanyalah pengawas lapangan. Seharusnya yang ditetapkan sebagai tersangka adalah kontraktor utama atau pemilik pekerjaan yang sebenarnya,” tegas Mawan saat ditemui wartawan di salah satu warkop di Lorpas, Kabupaten Buton Utara, Kamis (31/7/2025).

Ia bahkan mencurigai ada kejanggalan dalam proses hukum kasus ini. “Terus terang, ini kayak kasus yang disicil atau seperti diundi siapa yang duluan jadi tersangka. Publik bisa melihat sendiri, ini seperti dagelan hukum. Orang awam pun bisa menilai ada yang tidak beres,” imbuhnya dengan nada sinis.

Mawan juga menyinggung lemahnya tindak lanjut Kejari Muna terhadap berbagai laporan masyarakat, mahasiswa, dan penggiat anti-korupsi. “Banyak aduan yang hanya mengendap di meja penyidik. Saya punya informasi kuat, dari informan di lapangan, ada dugaan permainan antara penyidik dan pihak yang diperiksa,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusannya, Mawan mengaku akan segera menemui Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara yang baru, guna menyerahkan data-data serta informasi akurat mengenai dugaan permainan kasus di Buton Utara. Ia berharap institusi kejaksaan segera bersih dari oknum-oknum yang mencoreng nama baik institusi penegak hukum tersebut.

“Kepercayaan masyarakat terhadap kejaksaan hari ini sangat tinggi di bawah kepemimpinan Jaksa Agung RI. Tapi di daerah, masih ada oknum yang ingin merusak marwah institusi. Ini tidak bisa dibiarkan,” pungkas Mawan dengan nada geram.

(Tim Redaksi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *