
BUTUR — Penggiat Hukum Kabupaten Buton Utara, Mawan, S.H, kembali menyoroti maraknya aksi demonstrasi dari kelompok yang mengatasnamakan Pemuda Sultra namun diduga kerap meminta sejumlah uang kepada pejabat atau instansi dengan ancaman aksi lanjutan.
Menurut Mawan, tindakan sekelompok individu tersebut telah mencederai nilai moral dan intelektualitas gerakan pemuda maupun mahasiswa yang selama ini dikenal sebagai motor perubahan.
“Gerakan yang mengatasnamakan sekelompok pemuda Sultra itu sangat menciderai moral pergerakan pemuda selama ini. Mereka hanya berdasarkan dugaan sudah mengancam pejabat lalu minta uang. Kalau tidak dikasih sejumlah uang, maka akan melakukan aksi demonstrasi terus-menerus. Saya menduga ini penjahat, bukan aktivis,” tegas Mawan, Sabtu (22/11/2025).
Ia menilai bahwa aksi yang dilakukan oknum tersebut tidak lagi mencerminkan perjuangan intelektual, tetapi lebih menyerupai praktik pemerasan berkedok demonstrasi. Mawan juga menegaskan bahwa kritiknya bukan untuk membela siapa pun, termasuk Anggota DPR RI Ridwan Bae (RB) maupun pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi Tenggara.
“Saya tidak sedang membela RB atau BWS, tetapi menyayangkan tindakan sejumlah individu yang memanfaatkan nama gerakan pemuda untuk mencari keuntungan pribadi,” ujarnya.
Dukung APH Lakukan Tindakan Tegas
Mawan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menindak tegas oknum pendemo yang diduga menjadikan aksi unjuk rasa sebagai alat mencari uang.
“Ini tidak boleh dibiarkan. Saya mendesak aparat kepolisian menangkap oknum yang menggunakan aksi unjuk rasa sebagai alat mencari uang. Tuduhan yang mereka gulirkan tidak memiliki dasar kuat, tidak didukung data maupun pemahaman teknis,” tambahnya.
Pernyataan Mawan mendapat perhatian publik, mengingat isu demonstrasi bermotif keuntungan pribadi belakangan ini santer terdengar di Sulawesi Tenggara. Ia menilai langkah Ridwan Bae yang berencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum merupakan langkah tepat untuk menjaga marwah gerakan pemuda dan mencegah tindakan serupa terulang.
Kasus ini kini menjadi sorotan masyarakat Buton Utara, yang berharap aparat penegak hukum dapat memberikan kepastian dan tindakan konkret atas dugaan pemerasan tersebut.